Cara Budidaya Cengkeh (1)

Cara Budidaya Cengkeh (1)

Cengkeh

(1)

Kondisi Tanah Perkebunan
Untuk hasil cengkeh yang luar biasa, anda harus memilih tanah perkebunan yang memiliki struktur baik. Struktur yang baik berarti bahwa tanah tersebut tidak berbatu, memiliki tingkat kegemburan yang tinggi. Selain daerah perkebunan yang memiliki tanah semacam itu, anda juga harus menghindari tanah yang memiliki lapisan pasir ataupun tanah liat karena keduanya tidak dapat menyimpan air dengan baik sehingga berakibat buruk bagi tanaman cengkeh.
Selain merawat dan memelihara pohon cengkeh, anda juga harus meluangkan waktu untuk melakukan pencangkulan secara teratur, paling tidak dua kali dalam satu tahun. Pencangkulan ini dimaksudkan agar tanah akan terjaga kegemburannya. Satu tips yang sebaiknya anda ingat, pencangkulan ini jangan dimulai hanya ketika pohon cengkeh beranjak dewasa, namun lakukanlah sejak ia masih dalam masa penanaman bibit cengkeh.

Iklim yang Sesuai untuk Pohon Cengkeh

Keberhasilan bercocok tanam pohon cengkeh tidak terlepas dari iklim daerah di sekitarnya. Tanaman yang satu ini memang sangat membutuhkan air dan tidak akan tahan dengan kekeringan. Jika anda memiliki pohon cengkeh muda yang usianya baru satu atau dua tahun, maka pada saat pohon tersebut mengalami kekeringan, maka pohon itu akan mati. Bagi pohon yang sudah lebih dewasa, maka yang terjadi biasanya hanya kematian ranting saja. Untuk pohon yang sudah tua, maka kekeringan akan mengakibatkan berkurangnya produktifitas pohon tersebut secara signifikan.
Untuk menanggulangi masalah kekeringan, maka tanaman cengkeh harus berada di tempat yang memiliki curah hujan antara 2000 – 3500 mm setiap tahunnya. Curah hujan ini sebaiknya terjadi secara merata di setiap bulannya sehingga tidak ada masa dimana pohon akan mendapatkan cukup air dan ketika pohon mengalami kekurangan air. Tapi ini bukan berarti bahwa semakin banyak curah hujannya, maka pohon cengkeh akan semakin subur. Ini adalah teknik budidaya yang salah karena jika curah hujan melebihi 4000 mm, maka bisa jadi pohon cengkeh anda akan mengalami kematian. Ini dikarenakan, air hujan yang berlebih biasanya mengakibatkan kematian bunga cengkeh muda dan meningkatkan pertumbuhan lumut di berbagai cabang dan rantingnya sehingga akan mengakibatkan ranting dan cabang patah.

Berkebun cengkeh sebaiknya di daerah yang memiliki temperature hangat dan tidak memiliki kelembaban terlalu tinggi. Selain itu,teknik menanam cengkehpun harus berada di jarak tanam yang luas, yaitu sekitar 8 x 8 meter untuk mendapatkan hasil yang paling baik. Ini dikarenakan, tanaman yang satu ini membutuhkan sirkulasi udara yang baik dan dengan beginipun, sinar matahari akan dengan mudah menyinari setiap ranting. Selain memupuk, cengkeh juga membutuhkan sinar matahari yang cukup, terutama di masa pembungaan agar dapat memberikan hasil yang maksimal.

Tips Bertanam

Cara menanam pohon cengkeh atau yang biasa disebut dengan pembibitan harus dilakukan secara teliti dan cermat. Anda harus memahami benar teknik-teknik persemaiannya untuk memastikan bahwa anda mendapatkan pohon yang unggul. Jika tidak begitu, maka anda mungkin malah akan menyianyiakan waktu anda ketika mengetahui bahwa hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan anda. Penanaman bibit cengkeh harus dimulai dengan mempersiapkan wilayah yang akan anda tanami dengan menggemburkan tanah dan membuat batas antar pohon. Anda juga harus memahami cara tanam pencampuran tanah ketika pembibitan dengan melakukan pembelajaran secara menyeluruh mengenai hal tersebut sebelum memulai pembibitan.

Teknik memproduksi biji untuk pembibitan
Untuk memperoleh pohon cengkeh yang produktif dan berkualitas, maka para petani harus bisa memproduksi biji yang berkualitas untuk keperluan pembibitan. Syarat-syarat pohon induk yang layakuntuk diambil bijinya :

  • Pohonnya sehat
    Percabangannya mulai dari bawah dan rapat daunnya rimbun dan tidak pernah sakit, umurnya 10 tahun ke atas sedapat mungkin yang berbunga terus menerus. Pohon-pohon yang akan diambil bijinya harus dirawat secara khusus dan diistimewakan, antara lain dengan cara diberi pupuk yang banyak. Dosis pupuknya harus lebih banyak daripada pohon cengkeh yang tidak dibijikan. Tanah di sekitar pohon yang akan diambil bijinya harus digemburkan dan bila perlu ditambah dengan pupuk kandang.

Pohon-pohon cengkeh yang telah terpilih untuk diambil bijinya guna proses pembenihan atau pembibitan, sebaiknya sebagian bunganya tidak dipetik dan ditinggalkan 5 – 10% tiap pohon.
Biji-bijinya yang kualitasnya baik biasanya terletak pada bagian pucuk, karena bijinya lebih besar dan hampir tidak ada yang kosong. Biji-biji yang dipetik adalah biji yang telah berwarna hitam ungu dan sebagian ada yang gugur. Biji ini masak kira-kira bulan Oktober/November. Jadi kira-kira 4 – 5 bulan setelah panen, atau 9 – 10 bulan dari bakal bunga.

Setelah itu, setelah semua biji yang masak terkumpul, baru dikupas kulitnya. Pengupasan dilakukan secara hati-hati agar tidak luka. Setelah dikupas baru dicuci dengan air bersih, kemudian disortir untuk memisahkan biji yang kurang baik seperti diasntaranya; biji yang terlalu kecil, terdapat bercak hitam, kotilnya tinggal satu, atau satu buah cengkeh tapi berisi dua biji.

Setelah disortir dan dipilih, biji-biji cengkeh lalu direndam dalam air bersih. Jika biji-biji cengkeh berkualitas baik, maka tiap kilogram berisi 800 – 900 bbiji. Terakhir, pohon cengkeh yang diambil bijinya untuk keperluan pembenihan dan pembibitan biasanya kondisinya menurun, untuk itu, pemupukan sehabis pemetikan bunga atau biji sangat diperlukan. Lebih baik lagi jika ditambah dengan pupuk daun seperti Wuxal dan Bayfolan, sehingga pohon cengkeh yang diambil bijinya cepat pulih kembali.

Persemaian dan pembibitan

Persiapan Bibit
Untuk menghasilkan bibit cengkeh yang bermutu, bahan tanaman perlu dipersiapkan dengan baik sejak dini, mulai dari pemilihan pohon induk, benih, persemaian sampai pembibitan. Tipe cengkeh yang banyak dibudidayakan di Indonesia antara lain Zanzibar, Sikotok dan Siputih. Namun, yang banyak disukai oleh masyarakat adalah jenis Zanzibar karena produktivitasnya lebih tinggi.

 

Pembenihan

Benih yang digunakan memiliki kriteria : benih masak fisologis (warna kuning muda sampai ungu kehitaman) atau telah berumur 9 bulan, berat 0.85-1.1 g, tidak cacat, tidak berlendir, harus tumbuh dalam waktu 3 minggu setelah semai, tidak benjol-benjol (yang menandakan benih terinfeksi penyakit cacar daun cengkeh).Sebelum disemai kulit buah dikupas untuk menghindari terjadinya fermentasi yang dapat merusak viabilitas (daya kecambah) benih. Pengupasan kulit buah dilakukan dengan  hati-hati agar kulit  benih tidak terluka.

Pengupasan dilakukan  dengan tangan atau pisau yang tidak terlalu tajam. Setelah pengupasan, benih direndam dalam ember berisi air selama ± 24 jam, dan dilanjutkan dengan pencucian. Selama pencucian benih diaduk dan digosok dalam air, dengan mengganti air cucian 2-3 kali untuk menghilangkan lendir yang menempel pada kulit benih.

Persemaian

  • Persemaian dilakukan untuk menciptakan suatu kondisi yang paling baik agar benih dapat berkecambah dengan baik serta bersih dari hama dan penyakit. Persemaian memerlukan media tanam yang gembur untuk pertumbuhan benih selama 2 bulan.
  • Disiapkan bedengan dengan ukuran lebar 1,2 m dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan serta keadaan tempat, melintang utara-selatan. Jarak antar bedengan 30-50 cm. Setiap bedengan dibatasi oleh saluran pembuangan air (dalam 20 cm dan lebar 30 cm) untuk menghindari genangan dan memudahkan penanaman serta pemeliharaan.
  • Biji-biji ditanam dengan jarak 5×3 cm dengan ujung teratas benih tepat dipermukaan tanah, tidak boleh terbalik dan 2 atau 3 minggu kemudian biji akan mulai berkecambah.
  • Untuk mengurangi intensitas cahaya matahari dan siraman air hujan, bedengan diberi atap yang terbuat dari anyaman bambu, daun kelapa, jerami, alang-alang atau paranet yang dapat menahan intensitas matahari sebesar 75%. Atap sebaiknya dibuat dengan ukuran yang lebih tinggi menghadap ke timur.
  • Tanah bedengan dicangkul dan digemburkan sedalam 20-30 cm, apabila kandungan liatnya terlalu tinggi dapat dilapisi pasir setebal 3-5 cm.

http://ternaks.blogspot.com/2012/12/cara-budidaya-tanaman-cengkeh-dan-cara.html
http://bibitduren.com/tag/cara-menanam-dan-merawat-pohon-cengkeh-agar-berbuah-2/

Share the Post

About the Author