Cara Budidaya Tanaman Jagung (Bagian 1)

Cara Budidaya Tanaman Jagung (Bagian 1)

 Tanaman Jagung

Jagung adalah tanaman yang memiliki berbagai manfaat dalam kehidupan manusia dan hewan. Selain itu jagung di Indonesia merupakan tanaman pangan pokok kedua setelah padi. Di tingkat Internasional jagung menduduki peringkat ketiga sebagai makanan pokok utama setelah gandum dan padi. Budidaya tanaman jagung sangatlah mudah, karena jagung tidak memerlukan persyaratan lingkungan, artinya dalam berbagai macam tanah, bahkan pada lahan kering tanaman ini dapat tumbuh, meskipun pertumbuhanya kurang optimal. Kami akan mengajak Anda untuk mengenal lebih jauh tentang tanaman jagung berikut ini.

  1. PERSIAPAN
    Tanaman jagung membutuhkan aerasi dan drainase yang baik makanya butuh penggemburan tanah. Umumnya persiapan tempat untuk tanaman jagung dikerjakan dengan metode dibajak sedalam 15-20 cm, diikuti dengan penggaruan tanah hingga rata.
    Ada 3 langkah menentukan bibit  dalam budidaya jagung yaitu :
    1. Menentukan Benih jagung
    Cara mudah dalam menentukan benih, yakni Anda harus memperhatikan
    kualitas dari segi kesehatan benih, kemurnian varietas dan daya tumbuh
    benih. Pada benih unggul biasanya memiliki setifikat seperti benih
    jagung hibrida yang mutu produksinya tinggi.Meskipun benih hibrida
    produksinya tinggi tetapi memiliki kelemahan yaitu dari segi harga benih
    hibrida lebih mahal, dan maksimal hanya bisa digunakan 2 kali
    keturunan. Berbeda dengan benih bersari bebas yang harganya lebih
    murah dan  bisa dikembangbiakan tanpa ada batas waktu. Ini dia
    bebrapa jenis jagung varietas hibrid unggulan yang dapat Anda pilih
    sebagai benih budidaya jagung, yaitu : Hibrida-C1-C2, BISI-1-2, Semar 1-
    2,  IPB4, P-3-5, Parikesit, Nakula, Composite, Pioner-1&-2, Wiyasa, kania
    Putih, Permadi, Arjuna, Metro, Harapan, Kaliangga,  dan CPI-1.
  2. Langkah Penyiapan Benih Jagung
    Tahapan persiapan benih ini hanya dilakukan pada benih jagung
    varietas bersari bebas yang diambil keturunanya. Caranya sebagai
    berikut :
  3. Pilih jagung yang pertumbuhan tanamanya sehat
  4. Pilih jagung bertongkol besar, terisi biji penuh, barisannya lurus, dan tidak terserang penyakit.
  5. Jangan mememetik jagung yang belum benar-benar tua, jagung yang tua dapat dilihat dari ciri daun yang menguning dan biji mengeras
  6. Kupas tongkol dan lakukan penjemuran hingga kering
  7. Setelah kering pilih biji jagung bagian tengah untuk dijadikan benih, jagan gunakan bagian ujung atau pangkal.
  8. Pada saat penanaman jika pertumbuhan benih kurang dari 90 %, maka sebaiknya Anda gunakan bibit lainya, karena pertumbuhan tanaman tidak akan maksimal.
  9. Persiapan Pemindahan Benih
    Sebelum benih jagung ditanam, ada perlakuan yang harus Anda lakukan.
    Yaitu mencampur benih dengan fungisida atau isektisida, supaya
    terhindar dari serangan jamur, ulat agrotis dan lalat bibit. Obat yang
    bisa Anda digunakan seperti, Benlate, Furadan, Vapam, Damoset dan
    lainya yang bisa diperoleh dikios pertanian.
  10. PENANAMAN
    Pada waktu penanaman tanah harus cukup lembab namun tidak becek. Jarak tanaman perlu diusahakan teratur supaya ruang tumbuh tanaman seragam dan pemeliharaan tanaman mudah. Sebagian varietas memiliki populasi optimum yang tidak sama. Populasi optimum dari sebagian varietas yang sudah beredar dipasaran sekitar 50.000 tanaman Jagung mampu ditanam dengan memakai jarak tanam 100 cm x 40 cm dengan dua tanaman perlubang atau mungkin 100 cm x 20 cm dengan satu tanaman perlubang atau 75 cm x 25 cm dengan satu tanaman perlubang. Lubang di buat sedalam 3-5 cm menggunkan tugal, tiap-tiap lubang di isi 2-3 biji jagung selanjutnya lubang ditutup dengan tanah. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar. Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40×100 cm (2 tanaman /lubang). Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25×75 cm (1 tanaman/lubang). Dalam menanam jagung juga ada penentuan pola tanam seperti :
    a. Tumpang sari, dalam satu lahan ditanami lebih dari satu tanaman, misalnnua jagung dengan kacang-kacangan.b.Tumpang gilir, pola tanam yang dilakukan secara beruntun dalam satu lahan, tujuanya agar lahan termanfaatkan secara maksimal. Misalnya jagung, padi, kacang tanah dan kemudian umbi atau singkong.c.Tanaman bersisipan, pola ini hampir sama dengan sistem tumpang sari namun waktu penanaman yang berbeda. Misalnya saat tanaman jagung hampir panen mulai disisipi tanaman kacang tanah.

    d. Tanaman campuran, pola ini memiliki tujuan untuk efisiensi lahan, akan tetapi dapat memunculkan hama penyakit karena dalam satu lahan sekaligus ditanami berbagai macam tanaman yang berbeda.

  11. PEMUPUKAN
    Dari seluruhnya unsur hara yang dibutuhkan tanaman yang paling banyak diserap tanaman merupakan unsur Nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K). Nitrogen diperlukan tanaman jagung selama saat perkembangan hingga pematangan biji. Tanaman ini menginginkan tersedianya nitrogen dengan cara terus menerus pada semua stadia pertumbuhan hingga pembentukan biji. Kekurangan nitrogen dalam tanaman meskipun pada stadia permulaan dapat menurunkan hasil. Tanaman jagung memerlukan pasokan unsur P hingga stadia lanjut, terutama ketika tanaman masih muda. Tanda-tanda kekurangan fosfat akan tampak sebelum tanaman setinggi lutut. Beberapa besar kalium di ambil tanaman dari tanaman setinggi lutut hingga usai pembungaan.
    Pemupukan, berikut cara pemberian pupuk per hektar bagi tanaman jagung :
    – Pemupukan dasar: (dosis 1 :1/3) pupuk TSP dan Urea, berikan bersamaan
    tanam, padat kiri dan kanan lubang tanam, dengan kedalaman 5 cm
    kemudian ditutup tanah.
    –  Pupuk ke 2 berupa pupuk TSP ,urea,KCl dengan dosis (I: 1/3 : 1/3)
    diberikan saat umur tanaman 30 hari.
    – Pupuk ke 3 berikan pupuk urea 1/3 bagian diberikan saat tanaman berumur 45 hari.
  12. PEMELIHARAAN
    Tindakan pemeliharaan yang dikerjakan diantaranya penyulaman, penjarangan, penyiangan, pembubuan dan pemangkasan daun. Penyulaman mampu dikerjakan dengan penyulaman bibit kurang lebih 1 minggu. Penjarangan tanaman dikerjakan 2-3 minggu sehabis tanam. Tanaman yang sehat dan tegap senantiasa di pelihara hingga didapat populasi tanaman yang di inginkan. Penurunan hasil yang dipicu oleh persaingan gulma benar-benar beragam sama sesuai dengan jenis tanaman, tipe lahan, populasi dan type gulma dan aspek budidaya yang lain. Periode kritis persaingan tanaman dan gulma terjadi sejak tanam hingga seperempat atau juga sepertiga dari daur hidup tanaman itu. Supaya tidak juga merugi, area jagung perlu bebas dari gulma. Penyiangan dikerjakan pada usia 15 hari sehabis tanam dan harus dijaga jangan sampai menganggu atau mengakibatkan kerusakan akar tanaman. Penyiangan ke-2 dikerjakan sekaligus dengan pembubuan pada saat pemupukan ke-2. Pembubuan bukan hanya untuk memperkokoh batang juga untuk membenahi drainase dan memudahkan pengairan. Aksi pemeliharaan lainnya yakni pemangkasan daun. Daun jagung fresh bisa dipakai sebagai makanan ternak. Dari hasil riset pemangkasan semua daun pada fase kemasakan tidak menurunkan hasil secara riil sebab pada fase itu biji sudah terisi penuh.
  13. PENGAIRAN
    Air benar-benar dibutuhkan pada saat penanaman, pembungaan (45-55 hari setelah tanam) dan pengisian biji (60-80 hari sehabis tanam). Pada saat pertumbuhan keperluan airnya tidak begitu tinggi dibanding dengan saat berbunga yang membutuhkan paling banyak air. Semasa berbunga ini waktu hujan pendek diselingi dengan matahari jauh tambah baik daripada dalam kondisi hujan terus-terusan. Pengairan benar-benar penting untuk menghambat terjadinya tanaman jagung supaya tidak layu. Pengairan yang terlambat menyebabkan daun layu. Daerah dengan curah hujan yang tinggi, pengairan melalui air hujan bisa mencukupi. Pengairan juga bisa dikerjakan dengan mengalirkan air lewat parit di antara barisan jagung atau mungkin memakai pompa air apabila ada masalah dengan air.
  14. PENYAKIT DAN HAMA
    Tanaman jagung terdiri atas akar, batang, daun, bunga serta biji. Beberapa jenis hama dan penyakit tanaman jagung yang kerap menyebabkan kerusakan dan menggangu perkembangan jagung serta mempengaruhi produktivitas antara lain :

a. Hama tanaman jagung, macam-macamnya : hama lundi, lalat bibit, ulat
daun, penggerek batang, ulat tanah, ulat tongkol, ulat tentara.
     Pengendalian yang harus dilakukan
– penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman.
– tanaman yang terserang segera dicabut dan dimusnahkan.

Share the Post

About the Author