Cara Budidaya Tanaman Tembakau (Bagian 2)

Cara Budidaya Tanaman Tembakau (Bagian 2)

Pemeliharaan Tanaman Tembakau
– Penyulaman dilakukan 1- 3 minggu setelah tanam, bibit kurang baik dicabut dan diganti dengan bibit baru yang berumur sama.
– Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan pembumbunan yaitu setiap 3 minggu sekali.
– Pemupukan Tanaman Tembakau
a. Saat Tanam
– SP – 36  sebanyak 300 kg/ha
b. Umur 7 HST
– Urea/ZA sebanyak 300 kg/ha
– KCl sebanyak 150 kg/ha
c. Umur 28 HST
– Urea/ZA sebanyak 300 kg/ha
– KCl sebanyak 150 kg/ha
Ket : HST = hari setelah tanam

– Pengairan diberikan 7 HST = 1-2 lt air/tanaman, umur 7-25 HST = 3-4 lt/tanaman, umur 25-30 HST = 4 lt/tanaman. Pada umur 45 HST = 5 lt/tanaman setiap 3 hari. Pada umur 65 HST penyiraman dihentikan, kecuali bila cuaca sangat kering.
– Pangkas tunas ketiak daun dan bunga dilakukan setiap 3 hari sekali sedangkan pangkas pucuk tanaman saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun di bawah bunga

Tembakau 1

Cara mengairi tanaman

Pengairan terutama dengan air sungai atau lebih harus dilakukan hati-hati. Air sungai, berasal dari sumber air digunung yang mengalir melalui pedesaan atau hasil pengeboran sekalipun akan membawa berbagai macam penyakit akar dan pangkal batang. Jika untuk keperluan pananaman pada guludan belum ada tanaman tembakau, pengairan dapat dilakukan sampai penuh atau setinggi guludan. Jika telah ada tanaman, hanya boleh dilakukan setengah guludan saja dan tidak boleh ada air menggenang. Hal ini untuk menghindari infeksi berbagai macam penyakit pada akar dan pangkal batang tanaman tembakau.

Air pengairan dialirkan pada selokan dibawah guludan dan ketinggian air tidak lebih setengah guludan. Selanjutnya tanpa menghentikan aliran air tersebut, air terus masuk ke saluran drainase sekunder yang memotong lahan dan dikeluarkan dari lahan melalui saluran drainase primer di sekeliling lahan. Sehingga pengairan pada dasarnya hanya melewatkan air saja dibawah guludan.

Tembakau 2

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Tembakau
Hama Tanaman tembakau

a. Ulat Grayak ( Spodoptera litura )
Gejala : berupa lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan.
Pengendalian: Pangkas dan bakar sarang telur dan ulat, penggenangan sesaat pada pagi/sore hari

b. Ulat Tanah ( Agrotis ypsilon )
Gejala : daun terserang berlubang-lubang terutama daun muda sehingga tangkai daun rebah.
Pengendalian: pangkas daun sarang telur/ulat, penggenangan sesaat,.

c. Ulat penggerek pucuk ( Heliothis sp. )
Gejala: daun pucuk tanaman terserang berlubang-lubang dan habis.
Pengendalian: kumpulkan dan musnah telur / ulat, sanitasi kebun.

d. Nematoda ( Meloydogyne sp. )
Gejala : bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat, tanaman kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya mati.
Pengendalian: sanitasi kebun

e. Kutu – kutuan ( Aphis Sp, Thrips sp, Bemisia sp.) pembawa penyakit yang disebabkan virus.
Pengendalian: predator Koksinelid, Natural BVR.

  1. Hama lainnya Gangsir (Gryllus mitratus ), jangkrik (Brachytrypes portentosus), orong-orong (Gryllotalpa africana), semut geni (Solenopsis geminata), belalang banci (Engytarus tenuis).

    Penyakit Tanaman Tembakau
    a. Hangus batang ( damping off )
    Penyebab : jamur Rhizoctonia solani.
    Gejala : batang tanaman yang terinfeksi akan mengering dan berwarna coklat sampai hitam seperti terbakar.
    Pengendalian : cabut tanaman yang terserang dan bakar.

    b. Lanas Penyebab : Phytophora parasitica var. nicotinae.
    Gejala: timbul bercak-bercak pada daun berwarna kelabu yang akan meluas, pada batang, terserang akan lemas dan menggantung lalu layu dan mati.
    Pengendalian : cabut tanaman yang terserang dan bakar
    c. Patik daun Penyebab : jamur Cercospora nicotianae.
    Gejala: di atas daun terdapat bercak bulat putih hingga coklat, bagian daun yang terserang menjadi rapuh dan mudah robek.
    Pengendalian : desinfeksi bibit, renggangkan jarak tanam, olah tanah intensif, gunakan air bersih, bongkar dan bakar tanaman terserang.

    d. Bercak coklat Penyebab : jamur Alternaria longipes.
    Gejala: timbul bercak-bercak coklat, selain tanaman dewasa penyakit ini juga menyerang tanaman di persemaian. Jamur juga menyerang batang dan biji.
    Pengendalian: mencabut dan membakar tanaman yang terserang.

    e. Busuk daun Penyebab : bakteri Sclerotium rolfsii. Gejala: mirip dengan lanas namun daun membusuk, akarnya bila diteliti diselubungi oleh massa cendawan. Pengendalian: cabut dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.

    f. Penyakit Virus Penyebab : virus mozaik (Tobacco Virus Mozaic, (TVM), Kerupuk (Krul), Pseudomozaik, Marmer, Mozaik ketimu (Cucumber Mozaic Virus). Gejala: pertumbuhan tanaman menjadi lambat. Pengendalian: menjaga sanitasi kebun, tanaman yang terinfeksi di cabut dan dibakar.

    Panen Tanaman Tembakau
    Bagian tanaman yang di panen adalah daun dan memiliki ciri-ciri daun berubah warna dari hijau mejadi hijau kekuning-kuningan.Untuk golongan tembakau cerutu maka pemungutan daun yang baik pada tingkat tepat masak/hampir masak hal tersebut di tandai dengan warna keabu-abuan. Sedangkan untuk golongan sigaret pada tingkat kemasakan tepat masak/masak sekali, apabila pasar menginginkan krosok yang halus maka pemetikan dilakukan tepat masak. Sedangkan bila menginginkan krosok yang kasar pemetikan diperpanjang 5-10 hari dari tingkat kemasakan tepat masak.
    Cara pemanenan dau tembakau adalah daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas. Waktu yang baik untuk pemetikan adalah pada sore/pagi hari pada saat hari cerah. Pemetikan dapat dilakukan berselang 3 – 5 hari, dengan jumlah daun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman. Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5 kali.

    Pemisahan jenis daun tembakau berdasarkan kualitas warna daun adalah :
    a) Trash (apkiran) : warna daun hitam
    b) Slick (licin/mulus) : warna daun kuning muda
    c) Less slick (kurang liciin) : warna daun kuning (seperti warna buah jeruk lemon)
    d) More grany side ( sedikit kasar ) : warna daun antara kuning-oranye.

 

Syarat Tumbuh Tanaman tembakau
Tanaman tembakau tumbuh baik pada ketinggian antara 200-3.000 m diatas permukaan laut dan membutuhkan curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun dengan suhu udara antara 21-32 derajat C. Keasaman tanah yang baik untuk tanaman ini adalah pH antara 5-6. Tanaman tembakau akan tumbuh subur pada tanah gembur, remah, mudah mengikat air, memiliki tata air dan udara yang baik.

Tembakau 3

http://hilmialfiandi.blogspot.com/2013/07/cara-budidaya-tanaman-tembakau-dan.html
http://disbun.jatimprov.go.id/pustaka/phocadownload/Budidaya%20Tembakau%20Virginia.pdf

Share the Post

About the Author